Get me outta here!

Jumat, 09 Oktober 2015

Inilah Doa Mustajab Nabi Musa AS Ketika Dikejar Fir’aun

Doa Nabi Musa AS – Dalam perhitungan duniawi, kisah pengejaran Fir’aun dan pasukannya terhadap Nabi Musa akan berakhir sukses. Karena dengan pasukan yang sangat banyak, Fir’aun sudah membuat Nabi Musa AS kepepet. Di belakang ada pasukan Fir’aun, sedangkan di depannya terbentang lautan yang sangat luas dan dalam. Tidak ada tempat berlari lagi.

Inilah Doa Mustajab Nabi Musa AS Ketika  Dikejar Fir’aun


Namun sesuatu yang nampak mustahil terjadi. Laut di depannya terbelah dan Nabi Musa bersama para pengikutnya bisa menyeberanh.  Suatu peristiwa yang sulit diterima akal, namun bagi seorang muslim sejati akan mudah menerimanya. Karena sesuatu apapun yang tidak masuk akal, jika dikembalikan kepada kekuasaan Allah SWT dan kehendakNya, maka semua jadi masuk akal. Karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Karena itu dalam keadaan  sesulit apapun, mohonlah pertolongan kepada Allah SWT. Jika Allah berkehendak, maka semua pasti akan terjadi. Itulah yang terjadi ketika Nabi Musa di kejar-kejar tentara Fir’aun dan sampai pada lautan, beliaumemohon pertolongan kepada Allah SWT dengan doa yang sangat mustajab yang juga diajarkan oleh Nabi kita Muhammad SAW. Dengan doa itu Allah berkenan membelah lautan sebagai jalan bagi Nabi Musa untuk berlari.

Allah berfirman kepada Musa AS untuk memukul tongkatnya ke air laut. Namun setelah tiga kali, Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke laut ternyata tidak ada reaksi sama sekali. Nabi Musa pun berseru “Maha suci Engkau ya Allah….sesungguhnya fir’aun telah dekat untuk membunuh kami”. Dan tiba tiba Malaikat Jibril datang dan berkata : ‘Wahai Musa sebelum engkau memukulkan tongkat itu ke laut, maka berdo’a lah engkau dengan kalimat :

الّلهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى وَأَنْتَ الْمُسْتَعَاُن وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِ الْعَظِيْمِ

”ALLAHUMMA LAKAL HAMDU WA ILAIKAL MUSYTAKAA WA ANTAL MUSTA’AN WA LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLA BILLAHIL ALIYIL ADHIIM”
ALLAHUMMA LAKALHAMDU …. “Ya Allah, segala puji bagi-Mu”.

WA ILAIKAL MUSYTAKA …. “Hanya kepadamu, Ya Allah, kami berkeluh kesah”.

WA ANTAL MUSTA’AAN…. “Engkaulah tempat meminta pertolongan”

WA LAA HAWLA WALAA QUWWATA ‘ILLAA BILLAHIL’ALIYYIL’ADZHIM ……. “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha tinggi dan Maha Agung”

Nabi Musa pun mengucapkan doa itu dan memukulkan tongkatnya kembali ke laut merah, dan tiba tiba dasar laut meninggi menjadi dangkal dari air laut dan angin bertiup kencang sehingga membelah lautan merah.

Dalam sebuah riwayat yang  disampaikan Abdullah bin Mas’ud, beliau berkata: ”Rasulullah saw bersabda: ”maukah kalian aku ajarkan beberapa kalimat yang telah diucapkan oleh Nabi Musa as ketika beliau mengarungi lautan bersama Bani Isroil?”

 Lalu kami berkata: ”tentu ya Rasulullah”

Nabi bersabda: ”ucapkanlah oleh kalian, ”ALLAHUMMA LAKAL HAMDU WA ILAIKAL MUSYTAKAA WA ANTAL MUSTA’AN WA LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLA BILLAHIL ALIYIL ADHIIM”

 Syekh Al-A’masy berkata: ” maka aku tidak pernah meninggalkan kalimat do’a itu semenjak aku mendengarnya dari saudara kandungku, yaitu Al-Asadiy Al-kufiy, dan beliau menerima dari Sayyidina Abdullah ra.”
 Syekh Al-A’masy berkata: ”telah datang kepadaku AAt —sebangsa malaikat— beliau berkata: ”wahai sulaiman tambahkan pada do’a tersebut dengan kalimat ini:

وَنَسْتَعِيْنُكَ عَلَى فَسَادٍ فِيْنَا وَنَسْأَلُكَ صَلاَحَ أَمْرِنَا كُلِّهِ

WA NASTA’INUKA ‘ALA FASAADI FIINA WA NAS’ALUKA SOLAAHA AMRINAA KULLIHI”

 (dan kami memohon pertolongan-Mu atas kerusakan yang ada pada kami, dan kami memohon kepada-Mu kebaikan urusan kami seluruhnya).


Demikianlah doa Nabi Musa AS yang dahsyat yang bisa membelah lautan. Tentu doa ini juga bisa kita amalkan untuk kepentingan yang lain pada saat kita kepepet seperti nabi Musa. Semoga bermanfaat.   

Kamis, 08 Oktober 2015

Amalan Doa Agar Bisa Mimpi Bertemu Nabi Muhammad SAW

Doa Mimpi Bertemua Nabi – Bagi  umat Islam, mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW adalah suatu anugrah. Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan ini. Hanya orang-orang dengan derajat tinggi saja yang bisa mendapatkannya. Tidak ada mimpi terindah bagi kaum muslim selain mimpi bertemu Rasulullah, Muhammad SAW. Sebab mimpi bertemu adalah berarti benar-benar beliau yang bertemu dengan kita. Sebab siapapun termasuk malaikat dan jin tidak akan mampu menjelmakan diri sebagai Nabi Muhammad SAW.

Jika kita bisa bertemua dengan Nabi,  kita bisa berdialog dan berdiskusi apa saja. Dia akan memberikan pitutur yang sangat bermanfaat bagi hidup kita. Ini adalah amalan untuk bertemu dengan Nabi Muhammad SAW dalam mimpi:

AMALAN DOA MIMPI BERTEMU DENGAN NABI MUHAMMAD

Amalan Doa Agar Bisa Mimpi Bertemu Nabi Muhammad SAW


Pada malam Jum’at usai sholat Maghrib bacalah Surat Al Qadr 1000 X.
Selanjutnya sholat dua rakaat. Pada rakaat pertama dan kedua setelah membaca Surat Al Fatihah, baca surat Al Fatihah lagi 15 X dan Ayat Kursi 15 X.
Setelah sholat, membaca salawat 7 kali: Shallaallaahu alaa Muhammad.
Selanjutnya, tidurlah di atas sajadah dengan menghadap kiblat.


Demikian amalan doa agar bisa mimpi bertemua dengan Nabi Muhammad.Insya Allah, Nabi Muhammad akan berkenan untuk menemui Anda, umat yang rindu padanya dan akan memberikan petunjuk-Nya bagi keselamatan hidup dunia dan akhirat. Semoga Bermanfaat. Amin..(KWA)

Amalan Doa Wirid Untuk Suatu Hajat Besar.

Doa mohon dimudahkan – Tidak ada yang mustahil di dunia ini jika Allah sudah berkehendak. Mungkin anda merasa tidak mungkin bisa membeli rumah atau mobil, tapi jika Allah menghendaki, bukanlah sesuatu yang mustahil untuk terwujud. Karena itu mintalah kepada Allah, berdoalah kepada Allah agar maksud tujuan kita dikabulkan olehNya.

Amalan Doa Wirid Untuk  Suatu Hajat Besar.


Untuk memohon suatu hajat besar seperti itu, ada suatu amalan doa. Amalan ini dibagi oleh seorang anggota dari KWA yang sudah mengamalkan amalan ini dan terbukti berhasil. Suatu hajat yang rasanya berat dan nampak sebagai sesuatu yang mustahil baginya. Amalan ini berasal dari gurunya yang memang diijazahkan untuk memohon suatu hajat yang besar. Inilah yang dikatakannya.


Dulu guru saya berkata “kamu amalkanlah ini, tapi janganlah amalan ini kau buat main-main dan minta sesuatu yang buruk, tapi amalkanlah demi kebaikan dan mintalah kepada Allah sesuatu yang SULIT bagimu dan TIDAK MUNGKIN bagimu, misalkan RUMAH dan MOBIL” atau masalah yang teramat sangat pelik” tapi dengan syarat DITUNGGU SAMBIL TIDUR ( lupakan apa permintaan dan amalanmu ) setelah kamu mengamalkannya”. Begitulah pesan guru saya saat itu.

Kebetulan saat itu saya masih mahasiswa, saat itu saya mengamalkannya sesuai dengan cara dan syarat yang diberikan guru saya dan saya saat itu meminta MOBIL dan RUMAH, karena bagi saya mobil dan rumah adalah permintaan yang terlalu berat buat saya karena saya anak orang miskin. Bahkan biaya kuliah pun tersendat-sendat, rumah terjual akibat usaha orangtua yang bangkrut. Lebih parahnya lagi ayah saya pun meninggal dunia menghadap Allah. Saya pun “melupakan” amalan yang saya amalkan dan menjalani aktifitas seperti biasa saya anggap saya mengamalkan amalan itu sebagai hak dan kewajiban seorang hamba pada Tuhan nya dengan mencari ridho Allah semata. Tahun berganti tahun, Alhamdulillah Allah mengabulkan doa saya, yaitu  Rumah dan mobil tanpa berhutang kemanapun, bahkan dikasih tambahan-tambahan lain yang sama sekali tidak terduga dan bagi saya sangat berlebihan, banyak nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya.

 Para sedulur, keberhasilan suatu hajat apapun ketika kita ridho meminta dan kita pasrah atas kehendak Allah yakin dan berprasangka baik Allah akan mengabulkannya tetapi tidak cepat putus asa jika Allah belum mengabulkan hajat kita (ditunggu sambil tidur) ditunggu dan jangan di ingat-ingat. Mohon sedulur mengamalkan dengan bijaksana dan untuk kebaikan semata.

Tata caranya :

Selasa Kliwon, mandi keramas tepat jam 12 malam kemudian sholat sunat  hajat 2 raka’at setelah selesai berdoalah kepada Allah ( sebaiknya berdoalah dengan bahasa yang kita paham maksudnya agar kita lebih menghayati permintaan kita kepada Allah.) lalu ;

1.Kirim al fatihah pada kanjeng Nabi ( Ilaaa Hadrati…)
2. Kirim Al fatihah pada sahabat Sayidina Abu bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Ustman, Sayyidina Ali.
3. Kirim Alfatihah kepada Syeikh Abdul Qodir Jaelani..
4. Kirim Alfatihah kepada Guru-guru kita..
Doa wirid yang dibaca:
يَا أللهُ يَا كَرِيْمُ يَا رَحْمَنُ يَا غَنِيُّ يَا مُغْنِي سَلِّمْنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ
# Ya allah ya karim ya rahman ya rahim ya ghani ya mughni salimna walmuslimin 1000x


Demikian amalan doa wirid untuk memohon suatu hajat yang besar. Amalkan amalan ini selama 3 hari berturut-turut. Setelah itu lupakan. Kewajiban kita adalah memohon kepada Allah, setelah itu laksanakan ikhtiar seperti biasa dibarengi dengan ibadah-ibadah yang memang sudah menjadi kewajiban bagi kita. Semoga hajat anda semua terkabulkan. Semoga bermanfaat...

Amalan Doa Agar Tuyul Pesugihan Tidak Bisa Masuk Rumah Kita

Doa Amalan Penangkal Tuyul dan Pesugihan -  Tuyul dan Pesugihan lainnya yang merupakan peliharaan orang seringkali membuat kita kesal. Bagaimana tidak, uang  hasil kerja keras kita yang seharusnya bisa kita gunakan untuk keperluan sehari-hari, tiba-tiba hilang tanpa bekas. Tidak hanya sekali dua kali, tapi dalam satu bulan kadang korban bisa didatangi tuyul sampai beberapa kali. Menjengkelkan bukan?

Amalan Doa Agar Tuyul Pesugihan Tidak Bisa Masuk Rumah Kita


Ada amalan doa untuk  mengusir makhluk halus seperti tuyul yang berniat untuk mencuri uang di rumah kita, di pasar-pasar, toko-toko, atau warung-warung. Berikut adalah amalan cara mencegah tuyul masuk rumah sebagai berikut:

1. Berpuasalah mutih sehari (tidak makan-makanan yang berwarna saja/boleh makan yang berwarna putih dan hanya boleh minum air putih) mulai subuh sampai maghrib dan akhiri dengan berbuka puasa (dengan makan makanan yang berwarna) sebagaimana biasanya.

2.Setelah berpuasa mutih, tuliskanlah ayat 15 Surat Al Mujaadilah ayat 15 yang bunyinya:


أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖإِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 A’ADDALLAAHU LAHUM ‘ADZAABAN SYADIIDAA INNAHUM SAA-A MAA KAANU YA’MALUUN 


"Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”

di atas sebuah kertas dengan pena/bolpen biasa/tinta yang tahan air. Lalu taruh kertas tersebut di tempat penyimpanan UANG/brankas anda.

3. Insya allah atas ijin Allah SWT, tuyul atau pesugihan-pesugihan yang biasa mencuri harta benda tidak akan berani untuk melakukan aksinya. Mereka akan lari terbirit-birit mengetahui adanya ayat Allah SWT tersebut.


Demikian amalan doa untuk mencegah tuyul dan pesugihan lain masuk rumah kita, semoga amalan bisa menghentikan keresahan anda yang sering kehilangan uang karena adanya tuyul atau pesugihan lain yang memasuki rumah kita. Wassalam…

Senin, 05 Oktober 2015

Doa Mustajab Lancar Rezeki Paling Cepat

Doa Lancar Rezeki – Doa ini adalah doa wirid yang diijazahkan oleh seorang pembaca di blog KWA untuk anda atau siapa saja yang berkenan mengamalkannya secara rutin untuk segala hajat. Baca doa ini satu kali secara rutin selesai sholat wajib secara istiqomah Biidznillah. Disamping wirid yang nanti akan disampaikan di bawah, syarat lainnya adalah perbanyak beramal sedekah.

Doa Mustajab Lancar Rezeki Paling Cepat


Doa Mustajab Lancar Rezeki Paling Cepat


Tata cara pengamalan wirid ini adalah dimulai dengan Tawassul / kirim al fatihah kepada:

Nabi Muhammad SAW, sahabat dan isteri-isteri beliau, Para nabi dan rasul, Malaikat 4, Para Waliyullah khusushon Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, semua ulama, leluhur kita, ayah ibu kita, diri sendiri.

Baca syahadat dulu : syahadat rejeki
Lalu baca basmalah 786 X untuk nazar tertentu si pengamal 787 X baru baca doa di bawah ini. Semoga bermanfaat masukan ini Qobulan Doa Kullu Qobul…

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم إني أسألك بحق بسم الله الرحمن الرحيم
وبحرمة بسم الله الرحمن الرحيم , وبفضل بسم الله الرحمن الرحيم , وبعظمة بسم الله الرحمن الرحيم , وبجلال بسم الله الرحمن الرحيم , وبجمال بسم الله الرحمن الرحيم, وبكمال بسم الله الرحمن الرحيم , وبهَيْبَةِ بسم الله الرحمن الرحيم, وبمَنْزِلَةِ بسم الله الرحمن الرحيم, وبمَلَكُوتِ بسم الله الرحمن الرحيم , وبجَبروت بسم الله الرحمن الرحيم , بكبرياء بسم الله الرحمن الرحيم , وبثناء بسم الله الرحمن الرحيم , وببهاء بسم الله الرحمن الرحيم , وبكرمة بسم الله الرحمن الرحيم , وبسلطان بسم الله الرحمن الرحيم , وببركة بسم الله الرحمن الرحيم , وبعزة بسم الله الرحمن الرحيم , وبقوّة بسم الله الرحمن الرحيم , وبقدرة بسم الله الرحمن الرحيم , ارفع قدري واشرح صدري ويسّر أمري وارزقني من حيث لا يحتسب بفضلك وكرمك, يا مَنْ هو كهيعص حمعسق , وأسألك بجلال العزة وجلال الهيبة وجبروت العظمة أن تجعلني من عبادك الصالحين الذين لا خوف عليهم ولا هم يحزنون برحمتك يا أرحم الراحمين وأن تصلي على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد. إنما أمره إذا أراد شيئا أن يقول له كن............فيكون.

IRFA’ QADRII WASYRAH SHADRII WA YASSIR AMRII WARZUQNII MIN HAYTSU LAA YAHTASIB BIFADHLIKA WA KARAMIKA, YA MAN HUWA KAAF HAA YAA ‘AIN SHAD HAA MIM ‘AIN SIN QAAF, WA AS-ALUKA BIJALAALIL-‘IZZATI WA JALALIL-HAYBATI WA JABARUUTIL ‘AZHAMATI AN TAJ’ALANII MIN ‘IBAADIKASH-SHAALIHIINAL-LADZIINA (LAA KHAWFUN ‘ALAYHIM WALAA HUM YAHZANUUN) BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIN WA AN TUSHALLIYA ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAI’AN AYYAQULLA LAHU KUN ……………………FAYAKUN.

(Keterangan: Ketika anda membaca KUN maka anda harus menahannya terlebih dulu beberapa saat untuk menyampaikan secara batiniah hajat apa yang ingin anda laksanakan. Baru setelah itu anda membaca kelanjutannya yaitu FAYAKUN).

Arti doa wirid di atas seperti ini:

Ya Allah, Sesungguhnya Aku Memohon Kepada-Mu Dengan Haq Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keutamaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keagungan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kebesaran Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keindahan Bismillaahir rahmaanir -Rahiim, Dan Dengan Kesempurnaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kewibawaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kedudukan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keperkasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kebesaran Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Pujian Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Cahaya Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim Dan Dengan Keberkahan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuatan Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Angkatlah Kemuliaanku, Lapangkanlah Dadaku, Mudahkanlah Urusanku, Dan Berikanlah Aku Rizqi Yang Tak Disangka-Sangka Datangnya Dengan Keutamaan-Mu Dan Kemuliaan-Mu, Wahai Dzat Yang Dia KAF HA YA ‘AIN SHAD HA MIM ‘AIN SIN QAF Dan Aku Memohon Dengan Kebesaran Kemuliaan-Mu, Dengan Kebesaran Kewibawaan-Mu, Dengan Keperkasaan Keangungan-Mu, Agar Engkau Menjadikanku Tergolong Hamba-Hamba-Mu Yang Shalih, Dengan Rahmat-Mu, Wahai Yang Paling Pengasih Di Antara Yang Pengasih. Dan Aku Memohon Agar Engkau Senantiasa Melimpahkan Rahmat Kepada Junjungan Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Junjungan Kami, Nabi Muhammad.



Demikian doa mustajab lancar rezeki paling  tak disangka-sangka yang bisa anda amalkan. Semoga bisa menjadi lantaran  kesuksesan anda di dunia dan di akherat. Jangan lupa sedekah dan zakat...

Minggu, 27 September 2015

Kisah Cinta Putri Pemimpin Para Nabi Zainab binti Rasulullah Saw


Assalamualaikum wr  wb. Pengunjung blog Hikmah Kehidupan yang berbahagia kali kami menapilkan artikel tentang Kisah Cinta Putri Pemimpin Para Nabi Zainab binti Rasulullah Saw sebagai berikut :



Cinta tak cukup untuk menyatukan dua manusia. Tatkala jalan telah berbeda, tak kan mungkin mereka saling bersama. Namun cahaya keimanan akan mempertemukan kembali yang telah terpisahkan sekian lama.

Tersebutlah kisah tentang putri pemimpin para nabi. Terlahir dari rahim ibundanya, seorang wanita bangan Quraisy, Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin ‘Abdil ‘Uzza bin Qushay Al-Qurasyiyyah radhiallahu ‘anhu, saat ayahnya memasuki usia tiga puluh tahun. Dia bernama Zainab radhiallahu ‘anha bintu Muhammad bin ‘Abdillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semasa hidup ibunya, sang putri yang menawan ini disunting oleh seorang pemuda, Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’ bin ‘Abdil ‘Uzza bin ‘Abdisy Syams bin ‘Abdi Manaf bin Qushay Al-Qurasyi namanya. Dia putra Halah bintu Khuwailid, saudari perempuan Khadijah. Ketika itu, Khadijah radhiallahu ‘anha menghadiahkan seuntai kalung untuk pengantin putrinya. Dari pernikahan itu, lahir Umamah dan ‘Ali, dua putra-putri Abul ‘Ash.

Tatkala cahaya Islam merebak, Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka hati Zainab radhiallahu ‘anha untuk menyambutnya. Namun, Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’ masih berada di atas agama nenek moyangnya. Dua insan di atas dua jalan yang berbeda…

Orang-orang musyrik pun mendesak Abul ‘Ash untuk menceraikan Zainab, namun Abul ‘Ash dengan tegas menolak mentah-mentah permintaan mereka. Akan tetapi, Zainab radhiallahu ‘anha masih pula tertahan untuk bertolak ke bumi hijrah.

Ramadhan tahun kedua setelah hijrah, terukir peristiwa Badr. Dalam pertempuran itu, terbunuh tujuh puluh orang dari pihak musyrikin dan tertawan tujuh puluh orang dari mereka. Di antara tawanan itu ada Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’.

Penduduk Makkah pun mengirim tebusan untuk membebaskan para tawanan. Terselip di antara harta tebusan itu seuntai kalung milik Zainab radhiallahu ‘anha untuk kebebasan suaminya. Ketika melihat kalung itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkenang pada Khadijah radhiallahu ‘anha yang telah tiada. Betapa terharu hati beliau mengingat putri yang dicintainya. Lalu beliau berkata pada para shahabat, “Apabila kalian bersedia membebaskan tawanan yang ditebus oleh Zainab dan mengembalikan harta tebusan yang dia berikan, lakukanlah hal itu.” Para shahabat pun menjawab, “Baiklah, wahai Rasulullah!”

Kemudian mereka lepaskan Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’ dan mengembalikan seuntai kalung Zainab yang dijadikan harta tebusan itu.

Ketika itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta Abul ‘Ash untuk berjanji agar membiarkan Zainab pergi meninggalkan negeri Makkah menuju Madinah. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Zaid bin Haritsah radhiallahu ‘anhu bersama salah seorang Anshar sembari berkata, “Pergilah kalian ke perkampungan Ya’juj sampai bertemu dengan Zainab, lalu bawalah dia kemari.”
Berpisahnya Zainab binti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas jalan Islam, meninggalkan suaminya yang masih berkubang dalam kesyirikan.

Menjelang peristiwa Fathu Makkah, Abul ‘Ash keluar dari negeri Makkah bersama rombongan dagang membawa barang-barang dagangan milik penduduk Makkah menuju Syam. Dalam perjalanannya, rombongan itu bertemu dengan seratus tujuhpuluh orang pasukan Zaid bin Haritsah yang diutus oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghadang rombongan dagang itu. Pasukan muslimin pun berhasil menawan mereka dan mengambil harta yang dibawa oleh rombongan musyrikin itu, namun Abul ‘Ash berhasil meloloskan diri.

Ketika gelap malam merambah, Abul ‘Ash dengan diam-diam menemui istrinya, Zainab bintu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, untuk meminta perlindungan.

Subuh tiba. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat berdiri menunaikan Shalat Shubuh. Saat itu, Zainab radhiallahu ‘anha berseru dengan suara lantang, “Wahai kaum muslimin, sesungguhnya aku telah memberikan perlindungan kepada Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’!”

Usai shalat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap pada para shahabat sembari bertanya, “Kalian mendengar apa yang aku dengar?” “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi, “Sesungguhnya aku tidak mengetahui apa pun sampai aku mendengar apa yang baru saja kalian dengar.”

Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui putrinya dan berpesan, “Wahai putriku, muliakanlah dia, namun jangan sekali-kali dia mendekatimu karena dirimu tidak halal baginya.” Zainab radhiallahu ‘anha menjawab, “Sesungguhnya dia datang semata untuk mencari hartanya.”

Setelah itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan pasukan Zaid bin Haritsah radhiallahu ‘anhu dan berkata pada mereka, “Sesungguhnya Abul ‘Ash termasuk keluarga kami sebagaimana kalian ketahui, dan kalian telah mengambil hartanya sebagai fai’ yang diberikan Allah kepada kalian. Namun aku ingin kalian berbuat kebaikan dan mengembalikan harta itu kepadanya. Akan tetapi kalau kalian enggan, maka kalian lebih berhak atas harta itu.” Para shahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami akan kembalikan harta itu padanya.”

Seluruh harta yang dibawa Abul ‘Ash kembali ke tangannya dan tidak berkurang sedikit pun. Segera dia membawa harta itu kembali ke Makkah dan mengembalikan setiap harta titipan penduduk Makkah pada pemiliknya. Lalu dia bertanya, “Apakah masih ada di antara kalian yang belum mengambil kembali hartanya?” Mereka menjawab, “Semoga Allah memberikan balasan yang baik padamu. Engkau benar-benar seorang yang mulia dan memenuhi janji.” Abul ‘Ash pun kemudian menegaskan, “Sesungguhnya aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya! Demi Allah, tidak ada yang menahanku untuk masuk Islam saat itu, kecuali aku khawatir kalian menyangka bahwa aku memakan harta kalian. Sekarang setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala tunaikan harta itu kepada kalian masing-masing, aku masuk Islam.” Abul ‘Ash bergegas meninggalkan Makkah, hingga bertemu dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan Islam.

Enam tahun bukanlah rentang waktu yang sebentar. Akhir penantian yang sekian lama pun menjelang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengembalikan putri tercintanya, Zainab radhiallahu ‘anhu kepada suaminya, Abul ‘Ash bin Ar- Rabi’ radhiallahu ‘anhu, dengan nikahnya yang dulu dan tanpa menunaikan kembali maharnya. Dua insan kini bersama meniti jalan mereka …

Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan taqdir-Nya. Tak lama setelah pertemuan itu, Zainab bintu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali ke hadapan Rabb-nya, pada tahun kedelapan setelah hijrah, meninggalkan kekasihnya untuk selamanya.

Di antara para shahabiyyah yang memandikan jenazahnya, ada Ummu ‘Athiyyah Al-Anshariyah radhiallahu ‘anha. Darinya terpapar kisah dimandikannya jenazah Zainab radhiallahu ‘anha, sesuai perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan guyuran air bercampur daun bidara. Seusai itu, rambut Zainab radhiallahu ‘anha dijalin menjadi tiga jalinan. Jenazahnya dibungkus dengan kain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Putri pemimpin para nabi itu telah pergi…
Demikian artikel yang dapat kami berikan mudah-mudahan bermanfaat dan trimakasi atas kunjungannya  wasalamualaikum wr wb.

Rasul Dan Anak Yatim

Para pembaca blog Hikmah Kehidupan  yang terhormat pada kesempatan ini kami ingin menulis artikel Rasul Dan Anak Yatim dan betapa mulianya Nabi kita Muhammad Saw mudah-mudahan kita bisa mencontoh sedikit dari akhlaq beliau  dalam kisah berikut ini  :                                                                                                                



Dari Kitab “Durratun Nashihin (Mutiara Petuah Agama” diceritakan riwayat Anas bin Malik ra, Kisah yang terjadi di Madinah di zaman Rasulullah SAW, dimana pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri, Rasulullah SAW bersama keluarganya dan beberapa sahabatnya seperti biasanya mengunjungi rumah demi rumah untuk mendo’akan para muslimin dan muslimah, mukminin dan mukminah agar merasa bahagia di hari raya itu.Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia di Hari Raya Ied tersebut, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari kesana kemari dengan mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba-tiba Rasulullah saw melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal-tambal dan sepatu yang telah usang.Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu.Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang putih sewangi bunga mawar itu dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dengan suaranya yang lembut : “Anakku, mengapa engkau menangis? Bukankah hari ini adalah hari raya?”


Gadis kecil itu terkejut bukan kepalang. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan ia menjawab sambil bercerita : “Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya dengan berbahagia. Semua anak-anak bermain dengan riang gembiranya. Aku lalu teringat pada Ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikan aku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw membela Islam dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku sudah tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu untuk siapa lagi?”Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, seketika hatinya diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang beliau membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata: “Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan aku katakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku Rasulullah menjadi ayahmu?  … Dan apakah kamu juga ingin Ali menjadi pamanmu?. Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu?…. dan Hasan dan Husein menjadi adik-adikmu? dan Aisyah menjadi ibumu ?. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?”


Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada tepat di hadapannya.Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, orang tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya. Gadis yatim kecil itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dengan Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw yang lembut seperti sutra itu.Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga sejumlah uang  untuk hari raya. Lalu ia diantarnya gadis itu keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yang indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa keheranan, lalu bertanya :“Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?”Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu menjawab :“Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang paman, namanya Ali yang hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatima Az`Zahra, . Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia dan bangga memiliki adik adikku yang menyenangkan bernama Hasan dan Husein. Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya.”Maka anak-anak yang sedang bermain dengannya sampai berkata: “Ah, seandainya ayah-ayah kita mati terbunuh pada jalan Allah ketika perang itu, tentu kita akan begitu.”Syahdan tatkala Nabi saw meninggal dunia, anak kecil itu keluar seraya menaburkan debu ke atas kepalanya, meminta tolong sambil memekik: “Aku sekarang menjadi anak asing dan yatim lagi.” Maka oleh Ali Bin Abi Thalib kw (dalam riwayat lain ABu Bakar Ash Shiddiq ra) anak itu dipungutnya.
Allahumma shali ala Sayyidina Muhammad wa ala alii Sayyidina Muhammad… ana uhibuka yasayidi ya habibi ya Muhammad ibn Abdilah sholallah alai wasalam..
Hiiiks…..Hiiks (tanpa terasa air mataku meleleh sembari menulis kisah ini)