Get me outta here!

Rabu, 17 Oktober 2012

Doa Mencari Jodoh Yang Baik

Berikut ini meupakan Doa Mencari Jodoh yang baik dan InsyaAllah Sesuai dengan yang di inginkan, Salah satu ikhtiyah kita untuk mendapatkan jodoh adalah berdo'a, bagi yang suka wiridan bisa mengamalkan aurat ini setiap malam jumat bacalah surat Alam Nasyrah 313x setiap selesai 10x maka bacalah:

اللهم اشرح صدور اولاد ادم وبنات حواء وارزقنى الزوجة الصالحة التى تحبها وترضاها وارزقنى الزوج الصالح الذي تحبه وترضاه
AllahummaSyroh Shuduura awlada adam wa banaati hawa warzuqniy zaujatas Shoolihatal latiy tuhibbuha watardhoohaa war zuqniyz zawjas shoolihul ladzii tuhibbuha wa tardhoohu

Yaa Allah lapangkan hatinya anak cucu adam dan Ibu Hawa, dan berikanlah kami jodoh perempuan yang Engkau cintai dan Engkau Ridhoi, danberilah kami jodoh laki-laki yang Engkau Cintai dan Engkau Ridhoi

insya Allah dengan keberkahan ayat Quran di atas Allah berkenan memberikan jodoh kepada kita semua, amiiinnn

Doa Mencari Jodoh

Doa bagi laki-laki yang berharap jodoh: ROBBI HABLII MIILANDUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOIHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH.
Artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat.

Doa bagi wanita yang berharap jodoh: ROBBI HABLII MIN LADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH.
Artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat.

Doa tambahan: HASBUNAWLOOH WANI-MAL WAKIIL NI’MAL MAWLA WANI’MAN NASHIIR.
Dasar ayat QS 9:129: Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah : Cukuplah Allah bagiku tidak ada Tuhan selain DIA. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.

Doa untuk dapat jodoh dari hadits: ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ALAYYA MIN KHOZAA INI ROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIN.
Artinya : Ya Allah bukakanlah bagiku hikmamu dan limpahkanlah padaku keberkahanMu, wahai Pengasih dan Penyayaang.

LANGKAH ISTIMEWA, puasa sunnah, coba mulai sekarang sampai 40 hari kedepan. Barangsiapa yang membiasakan puasa doanya cepat terkabul.

DOA TAMBAHAN: ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAJINAA WADZURRIYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA QS ; 25:74 : Dan orang2 yang berkata : Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.

Nah semoga dengan artikel diatas bisa membantu para sahabat mendapatkan jodoh. Sekian dari kami, terima kasih telah share ke blog hikmah kehidupan semoga bermanfaat.

Kamis, 04 Oktober 2012

Rahasia 7 Orang Yang Doanya Mustajab

doa mustajab, doa mustajab murah rezeki, doa mustajab ketika hujan, doa doa mustajab, doa mustajab pembuka rezeki, doa mustajab di mekah
Rahasia Doa Mustajab
Doa adalah senjatanya orang beriman. Doa adalah ruhnya ibadah. Doa merupakan salah satu bukti ketergantungan manusia beriman kepada Allah, Sang Maha Pencipta. Siapa pun Anda, pasti ingin doanya mustajab atau dikabulkan oleh Allah SWT.

Banyak orang yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan untuk berdoa. Padahal, boleh jadi seseorang itu tergolong yang mustajab doanya, tetapi kesempatan baik itu banyak disia-siakan. Maka seharusnya setiap muslim memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdoa sebanyak mungkin. Doa itu hendaknya doa baik memohon sesuatu yang berhubungan dengan dunia ataupun akhirat. Lalu, apakah Anda termasuk orang-orang yang doanya mustajab?

Inilah di antara orang-orang yang doanya mustajab.
[1]. Doa Seorang Muslim Terhadap Saudaranya Dari Tempat Yang Jauh
Dari Abu Darda' bahwa dia berkata bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya : "Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata : 'Amin', dan bagimu seperti yang kau doakan". [Shahih Muslim, kitab Doa wa Dzikir bab Fadli Doa fi Dahril Ghalib].

Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas menjelaskan tentang keutamaan seorang muslim mendoakan saudaranya dari tempat yang jauh, jika seandainya dia mendoakan sejumlah atau sekelompok umat Islam, maka tetap mendapatkan keutamaan tersebut. Oleh sebab itu sebagian ulama salaf tatkala berdoa untuk diri sendiri dia menyertakan saudaranya dalam doa tersebut, karena disamping terkabul dia akan mendapatkan sesuatu semisalnya. [Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi 17/49]

Dari Shafwan bin Abdullah bahwa dia berkata : Saya tiba di negeri Syam lalu saya menemui Abu Darda' di rumahnya, tetapi saya hanya bertemu dengan Ummu Darda' dan dia berkata: Apakah kamu ingin menunaikan haji tahun ini? Saya menjawab : Ya. Dia berkata : Doakanlah kebaikan untuk kami karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya: "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya terkabulkan dan disaksikan oleh malaikat yang ditugaskan kepadanya, tatkala dia berdoa untuk saudaranya, maka malaikat yang di tugaskan kepadanya mengucapkan: Amiin da bagimu seperti yang kau doakan". Shafwan berkata : "Lalu saya keluar menuju pasar dan bertemu dengan Abu Darda', beliau juga mengutarakan seperti itu dan dia meriwayatkannya dari Nabi. [Shahih Muslim, kitab Dzikir wa Doa bab Fadlud Doa Lil Muslimin fi Dahril Ghaib 8/86-87]

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa jika seorang muslim mendoakan saudaranya kebaikan dari tempat yang jauh dan tanpa diketahui oleh saudara tersebut, maka doa tersebut akan dikabulkan, sebab doa seperti itu lebih berbobot dan ikhlas karena jauh dari riya dan sum'ah serta berharap imbalan sehingga lebih diterima oleh Allah. [Mir'atul Mafatih 7/349-350]

Catatan.
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa Imam Karmani menukil dari Al-Qafary bahwa ucapan doa seorang : "Ya Allah ampunilah dosa semua kaum muslimin" adalah doa terhadap sesuatu yang mustahil sebab pelaku dosa besar mungkin masuk Neraka dan masuk Neraka bertolak belakang dengan permohonan pengampunan, bisa saja pelaku dosa besar di doakan, sebab yang mustahil adalah mendoakan pelaku dosa besar yang kekal di Neraka, selagi masih bisa keluar karena syafaat atau dimaafkan, maka itu termasuk pengampunan secara keseluruhan.

Ucapan orang di atas bertentangan dengan doa Nabi Nuh 'Alaihis Salam dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala. yang artinya: "Ya Rabb! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang-orang mukmin yang masuk ke rumahku dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan". [Nuh : 28].

Dan juga bertentangan dengan doa Nabi Ibrahim 'Alaihis Salam dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang artinya: "Ya Rabbi, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab". [Ibrahim : 41]

Serta Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga diperintahkan seperti itu yang
terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang artinya: "Dan mohon lah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan". [Muhammad : 19]

Yang jelas permohonan dengan lafazh umum tidak mengharuskan permohonan untuk setiap orang secara kolektif. Mungkin yang dimaksud oleh Al-Qafary bahwa mendoakan kaum muslimin secara kolektif dilarang bila seorang yang berdoa menginginkan keseluruhan tanpa pengecualian dan bukan pelarangan terhadap syariat doanya. [Fathul Bari 11/202]

[2]. Orang yang Memperbanyak Berdoa Pada Saat Lapang Dan Bahagia
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya: "Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang". [Sunan At-Tirmidzi, kitab Da'awaat bab Da'watil Muslim Mustajabah 12/274. Hakim dalam Mustadrak. Dishahihkan oleh Imam Dzahabi 1/544. Dan di hasankan oleh Al-Albani No. 2693].

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits di atas adalah hendaknya seseorang memperbanyak doa pada saat sehat, kecukupan dan selamat dari cobaan, sebab ciri seorang mukmin adalah selalu dalam keadaan siaga sebelum membidikkan panah. Maka sangat baik jika seorang mukmin selalu berdoa kepada Allah sebelum datang bencana berbeda dengan orang kafir dan zhalim sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala "Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu". [Az-Zumar : 8].

Dan firman Allah: "Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu dari padanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya". [Yunus : 12. Mir'atul Mafatih 7/360]

Wahai orang yang ingin dikabulkan doanya, perbanyaklah berdoa pada waktu lapang agar doa Anda dikabulkan pada saat lapang dan sempit.

3]. Doa Orang Yang Teraniaya
Dari Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)". [Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38]

Dari Abu Hurairah bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda:           "Doanya orang yang teraniaya terkabulkan, apabila dia seorang durhaka, maka kedurhakaannya akan kembali kepada diri sendiri". [Musnad Ahmad 2/367. Dihasankan sanadnya oleh Mundziri dalam Targhib 3/87 dan Haitsami dalam Majma' Zawaid 10/151, dan Imam 'Ajluni No. 1302]

[4] & [5]. Doa Orang Tua Terhadap Anaknya Dan Doa Seorang Musafir
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan; doa orang yang teraniaya; doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya". [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Do'a bi Dhahril Ghaib 2/89. Sunan At-Tirmidzi, kitab Al-Bir bab Doaul Walidain 8/98-99. Sunan Ibnu Majah, kitab Doa 2/348 No. 3908. Musnad Ahmad 2/478. Dihasankan Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No. 596]

[6]. Doa Orang Yang Sedang Puasa


Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tiga doa yang tidak ditolak :  doa orang tua terhadap anaknya; doa orang yang sedang berpuasa dan doa seorang musafir". [Sunan Baihaqi, kitab Shalat Istisqa bab Istihbab Siyam Lil Istisqa' 3/345. Dishahihkan oelh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah No. 1797].

[7]. Doa Orang Dalam Keadaan Terpaksa


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat-Nya". [An-Naml : 62]

Imam As-Syaukani berkata bahwa ayat diatas menjelaskan betapa manusia sangat membutuhkan Allah dalam segala hal terlebih orang yang dalam keadaan terpaksa yang tidak mempunyai daya dan upaya. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan orang terpaksa adalah orang-orang yang berdosa dan sebagian yang lain berpendapat bahwa yang dimaksud terpaksa adalah orang-orang yang hidup dalam kekurangan, kesempitan atau sakit, sehingga harus mengadu kepada Allah.


Dan huruf lam dalam kalimat Al-Mudhthar untuk menjelaskan jenis bukan istighraq (keseluruhan). Maka boleh jadi ada sebagian orang yang berdoa dalam keadaan terpaksa tidak dikabulkan dikarenakan adanya penghalang yang menghalangi terkabulnya doa tersebut. Jika tidak ada penghalang, maka Allah telah menjamin bahwa doa orang dalam keadaan terpaksa pasti dikabulkan. Yang menjadi alasan doa tersebut dikabulkan karena kondisi terpaksa bisa mendorong seseorang untuk ikhlas berdoa dan tidak meminta kepada selain-Nya. Allah telah mengabulkan doa orang-orang yang ikhlas berdoa meskipun dari orang kafir, sebagaimana firman Allah: "Sehingga tatkala kamu di dalam bahtera, dan meluncurkan bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan keta'atan kepada-Nya semata-mata'. (Mereka berkata) : 'Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami termasuk orang-orang yang bersyukur". [Yunus : 22].

Dan Allah berfirman dalam ayat lain: "Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) menyekutukan (Allah)". [Al-Ankabut : 65].

Dari ayat di atas Allah mengabulkan doa mereka, padahal Allah tahu bahwa mereka pasti akan kembali kepada kesyirikan. [Fathul Qadir 4/146-147]

Imam Ibnu Katsir berkata bahwa Imam Hafizh Ibnu 'Asakir mengisahkan seorang yang bernama Abu Bakar Muhammad bin Daud Ad-Dainuri yang terkenal dengan kezuhudannya. Orang tersebut berkata: "Saya menyewakan kuda tunggangan dari Damaskus ke negeri Zabidany, pada satu ketika ada seorang menyewa kuda saya dan meminta untuk melewati jalan yang tidak pernah saya kenal sebelumnya", Dia berkata : "Ambillah jalan ini karena lebih dekat". Saya bertanya : "Bolehkah saya memilih jalan ini", Dia berkata : "Bahkan jalan ini lebih dekat". Akhirnya kami berdua menempuh jalan itu sehingga kami sampai pada suatu tempat yang angker dan jurangnya yang sangat curam yang di dalamnya terdapat banyak mayat. Orang tersebut berkata: "Peganglah kepala kudamu, saya akan turun". Setelah dia turun dan menyingsingkan baju lalu menghunuskan golok bermaksud ingin membunuh saya, lalu saya melarikan diri darinya, akan tetapi dia mampu mengejarku. Saya katakan kepadanya: "Ambillah kudaku dan semua yang ada padanya". Dia berkata: "Kuda itu sudah milikku, tetapi aku ingin membunuhmu". Saya mencoba menasehati agar dia takut kepada Allah dan siksaan-Nya tetapi ternyata dia seorang yang tidak mudah menerima nasehat, akhirnya saya menyerahkan diri kepadanya.

Saya berkata kepadanya: "Apakah anda mengizinkan saya untuk shalat?" Dia berkata: "Cepat shalatlah!" Lalu saya beranjak untuk shalat akan tetapi badan saya gemetar sehingga saya tidak mampu membaca ayat Al-Quran sedikitpun dan hanya berdiri kebingungan. Dia berkata: "cepat selesaikan shalatmu!", maka setelah itu seakan-akan Allah membukakan mulut saya dengan suatu ayat yang berbunyi: "Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya, dan yang menghilangkan kesusahan". [An-Naml : 62]

Tidak terduga muncul dari mulut bukit seorang satria datang ke arah kami dengan menggenggam tombak di tangannya, lalu melempar tombak tersebut ke arah orang tadi dan tombak pun mengenai jantungnya lalu seketika itu orang tersebut langsung mati terkapar. Setelah itu, maka saya memegang erat-erat satria tersebut dan saya bertanya: "Demi Allah siapakah engkau sebenarnya?" Dia mejawab: "Saya adalah utusan Dzat Yang Maha Mengabulkan permohonan orang-orang yang dalam keadaan terpaksa tatkala dia berdoa dan menghilangkan segala malapetaka". Kemudian saya mengambil kuda dan semua harta lalu pulang dalam keadaan selamat. [Tafsir Ibnu Katsir 3/370-371]
 
Sumber: buku Jahalatun nas fid du'aa, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 168-174, terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin, Lc.

Tags yang terkait dengan doa mustajab: doa mustajab murah rezeki, doa mustajab ketika hujan, doa doa mustajab, doa mustajab pembuka rezeki, doa mustajab di mekah, doa mustajab sepanjang hayat, doa mustajab sebelum berbuka puasa, doa mustajab rasulullah.

Rabu, 03 Oktober 2012

Doa Sudah Diajarkan Sejak Adam Diciptakan

doa nabi adam taubat, doa nabi adam untuk bertemu hawa, doa nabi adam dan hawaIbnu Abas RA mengatakan, bahwa ketika Allah SWT meniupkan roh ke jasad Adam yang baru diciptakan mulai dari atas kepalanya, lalu ketika roh itu sudah sampai pada separuh jasadnya, hiduplah Adam. Allah takjub sekali dengan kebagusan jasadnya. Lalu, Adam mencoba melangkah dan apa yang terjadi?
 

Adam ternyata terjatuh karena belum dapat melangkah. Itulah sebabnya mengapa manusia selalu tidak sabar. Itu pula kebodohan manusia, sebagaimana Allah berfirman, "Wakaana zholuuman jahuula" (Dan manusia itu selalu zhalim dan bodoh). Setelah usai roh ditiupkan ke seluruh jasadnya, tiba-tiba Adam bersin lalu berkata: 

doa nabi adam taubat, doa nabi adam untuk bertemu hawa, doa nabi adam dan hawa

"Segala puji bagi Allah, segala ilham itu datangnya dari Allah Yang Mahatinggi."

Lalu Allah menjawab:
doa nabi adam taubat, doa nabi adam untuk bertemu hawa, doa nabi adam dan hawa
"Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepadamu hai Adam." (Dikutip dari Tafsir Thabari, 1/202).

Demikian itulah yang pertama kali diajarkan Allah kepada manusia pertama, mengucapkan kalimat doa ketika bersin. Oleh karena itu, ketika ada orang lain bersin, lalu ia mengucapkan "Alhamdulillah", wajib bagi kita menyambut dengan kalimat doa, "Yarhamukallooh" (Semoga engkau dirahmati Allah). 


Dengan penjelasan ini, pahamlah kita bahwa doa ternyata sudah ada dan diajarkan oleh Allah sejak Adam, manusia pertama yang diciptakan. Kemudian, tahukah Anda siapa manusia pertama yang menyesali nasibnya?Siapa pula yang merintih menangis dan mengiba kepada Tuhan dengan doa penyesalannya? 

Jawabannya adalah Adam AS bersama istrinya, Hawa. Mereka pula yang pertama diturunkan dari surga ke bumi, yang pertama menyesali nasibnya karena terusir dari surga, dan yang pertama menangis dalam doanya memohon ampun serta rahmat-Nya agar kelak dikembalikan lagi ke surga. Sumber: Buku Dahsyatnya Doa Para Nabi.

Tags yang terkait dengan doa nabi adam: doa nabi adam taubat, doa nabi adam untuk bertemu hawa, doa nabi adam dan hawa, doa nabi yunus, doa nabi ibrahim, doa nabi nuh, doa nabi yusuf, doa nabi musa.

Setiap Doa Pasti Maslahat


doa, berdoa, adab berdoa, berdoa ketika haid, kelebihan berdoa, cara berdoa, berdoalah, doa mustajab, makbul
D.O.A...Dikabulkan Oleh Allah
Dalam Kitab Majma'ul Jawaa'id, Bab Thalabud Du'a, diutarakan hadits Nabi SAW mengenai kedahsyatan doa. Dari Jabir bin Abdullah berkata, Rasulullah SAW bersabda: 'Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara yang menyelamatkan kalian dari musuh kalian dan mempercepat datangnya rezeki kalian?' (Rasulullah melanjutkan), 'Maka berdoalah pada tengah malam dan pada siang hari kalian, sebab hanya doa yang menjadi senjata ampuh orang beriman."(HR. Abu Ya'la).

Demikianlah manfaat doa, dapat menyelamatkan kita dari musuh sebagaimana dijelaskan di atas dan membuka pintu rezeki. Akankah Allah menolak permintaan hamba-Nya yang setiap malam melakukan qiyamul lail (shalat malam) dan berdoa kepada-Nya. 


Bila tidak, Rasulullah SAW bersabda: "Dari Anas RA berkata, 'Rasulullah SAW bersabda, 'Terus menerus tiada hentinya seorang hamba memperoleh kebaikkan selagi ia tidak menutup jalan kecepatannya (datangnya kebaikan itu). Para sahabat bertanya, 'Ya Nabiyallah, bagaimana orang menutupnya?' Rasulullah SAW bersabda, "Dia berkata, 'Aku telah berdoa, tetapi Allah tidak juga mengijabah doaku." (HR.Ahmad dan Abu Ya'la).

Seorang hamba akan terus-menerus dalam kebaikan jika ia  terus berdoa kepada Allah siang dan malam. Kebaikan Allah adalah masalah ijabah (mengabulkan) Allah untuk hamba-Nya yang berdoa, dan Allah lebih tahu kebaikkan apa yang lebih pantas diberikan untuk hamba-Nya yang memohon. Karenanya, setiap orang beriman mestilah yakin bahwa doa yang dipanjatkannya pasti membawa kebaikan bagi hidupnya di alam dunia hingga
akhirat. 

Sebagian kita terkadang merasa bahwa ketika sudah sekian kali berdoa, tetapi rasanya tidak pernah dikabulkan. Dibenarkankah perasaan dan pertanyaan itu muncul? Tidak. Sebab, Allah itu tergantung sangkaan makhluk kepada-Nya. Kalau kita sudah merasa berdoa terus tetapi tidak diijabah (dikabulkan), sudah pasti doa kita tidak diijabah sama sekali. Allah itu Mahatahu atas segala kebutuhan makhluk-Nya dan lebih mengerti kebaikan apa yang dibutuhkan makhluk-Nya dalam mengarungi jalan kehidupannya.

Dialah yang Maha Mengatur dengan segala qudrat (kuasa, mampu, dan tidak lemah) dan iradat-Nya (kehendak/kemauan Tuhan). Anda pun harus menyadari bahwa semua makhluk berada dalam genggaman kekuasaan Allah. Secara logis, kalau orang banyak berdoa kepada Tuhan, ia tidak akan pernah mengalami kerugian sekecil apa pun. Sebaliknya, keberuntunganlah yang pasti akan ia perolehnya. 

Secara psikologis, terkadang kita butuh seseorang sebagai tempat mengadu untuk sekadar meringankan beban pikiran. Bila sudah diungkapkan maka akan terasa sedikit keringanan. Untuk orang yang berdoa berarti dia mengadukan masalahnya kepada Allah. Allah adalah sebaik-baik teman yang mendengarkan segala pengaduan kita dan pemberi solusi terbaik bagi siapa saja yang merasa membutuhkan. 

Dari apa yang telah diuraikan di atas, yakinkanlah bahwa doa memiliki kekuatan dan banyak mendatangkan manfaat. Untuk lebih jelasnya, berikut ini  akan diterangkan apa kekuatan dan manfaat doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba yang berdoa:
1) Berdoa adalah ibadah, asalkan dengan niat semata-mata memenuhi perintah Allah. Sebab, Allah memerintahkan kita untuk berdoa. 

2) Berdoa akan mendekatkan diri kepada Allah (taqarub). Sebab, dengan berdoa kita merasa butuh kepada Allah dan merasa hina di hadapan Allah. Maka dari itu, bertawadhulah (merendahkan diri) di hadapan Allah. Sebaliknya, orang
yang tidak mau berdoa adalah orang yang sombong di hadapan Allah.

3) Berdoa adalah berdzikir, yakni berdzikir dengan lisan juga dengan hati yang merupakan bagian daripada kunci-kunci mengenal diri kepada Allah dan membuat jiwa menjadi tenang dan tenteram. Allah berfirman, "Ingatlah, hanya
dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar Ra'd: 28).

4) Allah mengabulkan doa. Doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah tentu dan pasti dikabulkan atau mendatangkan berbagai kebaikan. Sedangkan, apa yang baik dan bermanfaat dalam pandangan Allah SWT sebagai berikut: 

# Hamba itu akan dinaikan derajatnya di hadapan Allah lantaran doanya. 
# Karena banyak dosa, maka doanya itu dijadikan oleh Allah sebagai kafarat (denda yang harus dibayar karena melanggar larangan Allah) atau penghapus dosa-dosanya.
 # Karena keburukan takdir yang akan menimpanya, doa itu akan menjamin keselamatannya dengan mengubah takdir buruknya kepada yang akan menyelamatkan. 
 # Karena tidak terhalang untuk dikabulkan sesuai apa yang dimintanya, Allah SWT berkenan mengabulkan doa sesuai dengan apa yang diminta. 

Macam-macam ijabah (pengabulan) ini jelas dasarnya dalam nash-nash (dalil) Al Quran dan hadits. Jadi, Anda tidak perlu meragukannya. 

5)  Berdoa kepada Allah menunjukkan jati diri, yakni jati diri selaku hamba yang yakin bahwa tidak ada yang dapat memberikan pertolongan dan membuktikan segala sesuatunya selain Allah. Ini adalah ciri mukmin sejati. 

6)  Rasulullah SAW telah memberi kabar gembira kepada kita bahwa Allah malu menolak doanya orang yang berdoa jika ia kembali dengan tangan kosong. Dari Salman Al Farisi RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah Mahahidup lagi Mahamulia. la malu untuk menolak jika seseorang mengangkat kedua tangan memohon kepada-Nya, lalu kembali dengan tangan kosong."    (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

Berdasarkan uraian tersebut, yakinlah bahwa doa itu pasti akan dikabulkan oleh Allah. Karenanya, bersemangatlah untuk terus berdoa kepada Allah pada siang hari, terlebih berdoa pada tengah malam

Urusan bagaimana Allah mengabulkannya, itu adalah tanggung jawab Allah. Bukan urusan kita sebagai hamba-Nya. Sama seperti halnya kita berusaha, urusan hasilnya adalah tanggung jawab Allah. Jadikanlah kekuatan dan harapan Anda dengan doa dan usaha. Jangan lupa balut semuanya dengan jiwa yang tawakal (berserah diri). Insya Allah hidup akan menjadi berkah dan selamat karena Allah tidak akan henti-hentinya melimpahkan kebaikkan untuk Anda.

"Ya Allah, berilah kami kekuatan dengan sedikit kekuatan-Mu untuk melakukan amal kebaikan dan doa siang malam, agar hidup kami lebih berarti bagi anak cucu kami di dunia hingga akhirat." Amin. 

Tags yang berkaitan dengan doa: berdoa, adab berdoa, berdoa ketika haid, kelebihan berdoa, cara berdoa, berdoalah, cara berdoa kristen, berdoa ketika hujan, cara berdoa yang benar, doa otaknya ibadah. 

Doa Lebih Mulia di Sisi Allah

Berdasarkan dua keterangan yang dijelaskan pada posting sebelumnya (doa adalah ibadah dan doa adalah otaknya ibadah), tidak ada yang lebih mulia kedudukkannya di sisi Allah selain doa. Hal ini dibenarkan oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda:

"Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, `Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah selain daripada doa. " (HR.Imam yang empat dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim).

Dalam ayat-Nya, Allah SWT menegaskan, "Inna akromakum 'indalloohi atqookum"; sesungguhnya yang paling mulia di antara manusia di sisi Allah itu hanyalah orang yang bertakwa. Ketahulilah, setinggi-tingginya derajat orang yang bertakwa ialah orang yang mencapai tingkat iman dan takwa kepada Allah yang paling paripurna (lengkap atau sempurna), dan ini hanyalah iman dan takwanya para rasul. 
 
Setinggi-tingginya iman dan takwa adalah karena kekuatan dzikir kepada Allah. Mereka selalu sadar dan ingat kepada Allah sekalipun dalam keadaan tidur. Hatinya tetap tertambat kepada Allah, tidak mati seperti jasadnya. 

Puncak dzikir kepada Allah adalah mengetahui bahwa "Tiada Tuhan selain Allah" yakni kalimat "Laa Ilaaha Illallooh." Menyadarkan manusia kepada keesaan Allah adalah dengan memusatkan seluruh aktivitas hidupnya sebagai ibadah kepada Allah SWT, dengan mengikuti petunjuk melalui perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Tiada sebaik-baik sarana untuk melatih manusia agar selalu ingat kepada Allah selain shalat. Karenanya, shalat dilakukan dalam lima waktu sehari semalam. Waktu-waktu shalat yang lima itu semuanya bersambung-sambung dan waktunya jatuh pada saat manusia sedang dalam keadaan memulihkan tenaga dan pikirannya lantaran terkuras oleh pekerjaan. 

Ingatlah, sebaik-baik orang yang shalat adalah orang yang khusyuk, dimana saat itu is sedang bermunajat kepada Allah dengan membaca tasbih, tahmid, dan tahlil agar doanya dikabulkan Allah. Setinggi-tingginya doa adalah memohon petunjuk Allah SWT. Oleh karena itu, membaca doa ini diwajibkan dalam shalat dan tidak sah shalat tanpa menyertakan doa ini yang terdapat dalam Fatihah,"... ihdinash shiroothol mustaqim."
   
Sebagian ulama menyatakan bahwa basmalah adalah ayat pertama dalam Fatihah. Lalu, basmalah itu diawali dengan kalimat 'Bi' yang dalam pengertian ilmu sastra arab (balaghoh) dapat diterjemahkan dengan makna isti'anah yakni doa memohon keberkahan kepada Allah dengan wasilah (ikatan, perhubungan,
pertalian) menyebut nama-Nya yang agung yaitu lafdzul jalalah.

Intinya, semua itu adalah doa. Para malaikat pun turut berdoa mendoakan manusia yang beriman kepada Allah, yang selalu mengungkap kalimat doanya lima kali sehari semalam. Terlebih ditambah dengan doa-doa pada tengah malam

Tags yang berkaitan dengan doa: berdoa, adab berdoa, berdoa ketika haid, kelebihan berdoa, cara berdoa, berdoalah, cara berdoa kristen, berdoa ketika hujan, cara berdoa yang benar, doa otaknya ibadah.