Get me outta here!

Rabu, 26 Agustus 2015

Sejarah KH. Dalhar, Watucongol Magelang (Mbah Dalhar Watucongol)

Mbah Dalhar Watucongol

Simbah KH. Dalhar, Watucongol Magelang

Mbah Dalhar yang bernama lengkap KH. Nahrowi Dalhar, Watucongol dikenal sebagai ulama yang mumpuni. Belum lama ini sosok Kiai Ahmad Abdul Haq meninggal dunia. Kiai kharismatik ini adalah putra dari kiai Dalhar yang juga dikenal sebagai salah satu wali Allah yang masyhur di tanah Jawa.
Mbah Dalhar begitu panggilan akrabnya adalah mursyid tarekat Syadziliyah dan dikenal sebagai seorang yang wara’ dan menjadi teladan masyarakat.
Kiai Haji Dalhar, Watucongol, Magelang dikenal sebagai salah satu guru para ulama. Kharisma dan ketinggian ilmunya menjadikan rujukan umat Islam untuk menimba ilmu. Mbah Dalhar , begitu panggilan akrabnya adalah sosok yang disegani sekaligus panutan umat Islam, terutama di Jawa Tengah. Salah satu mursyid tarekat Syadziliyah ini dikenal juga menelorkan banyak ulama yang mumpuni.

Nasabnya

Mbah Dalhar dilahir kan pada 10 Syawal 1286 H atau 10 Syawal 1798 – Je (12 Januari 1870 M) di Watucongol, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Lahir dalam lingkungan keluarga santri yang taat. Sang ayah yang bernama Abdurrahman bin Abdurrauf bin Hasan Tuqo adalah cucu dari Kyai Abdurrauf. Kekeknya mbah Dalhar dikenal sebagai salah seorang panglima perang Pangeran Diponegoro. Adapun nasab Kyai Hasan Tuqo sendiri sampai kepada Sunan Amangkurat Mas atau Amangkurat III. Oleh karenanya sebagai keturunan raja, Kyai Hasan Tuqo juga mempunyai nama lain dengan sebutan Raden Bagus Kemuning.


Masa Kanak-Kanak

Semasa kanak–kanak, Mbah Dalhar belajar Al-Qur’an dan beberapa dasar ilmu keagamaan pada ayahnya sendiri. Pada usia 13 tahun baru mondok di pesantren. Ia dititipkan oleh ayahnya pada Mbah Kyai Mad Ushul (begitu sebutan masyhurnya) di Dukuh Mbawang, Ngadirejo, Salaman, Magelang. Di bawah bimbingan Mbah Mad Ushul , ia belajar ilmu tauhid selama kurang lebih 2 tahun.
Kemudian tercatat juga mondok di Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kebumen pada umur 15 tahun. Pesantren ini dipimpin oleh Syeikh As Sayid Ibrahim bin Muhammad Al-Jilani Al-Hasani atau yang ma’ruf dengan laqobnya Syeikh Abdul Kahfi Ats-Tsani. Selama delapan tahun mbah Kyai Dalhar belajar di pesantren ini. Selama itulah Mbah Dalhar berkhidmah di ndalem pengasuh. Hal itu terjadi atas dasar permintaan ayahnya kepada Syeikh As Sayid Ibrahim bin Muhammad Al-Jilani Al-Hasani.

Jalan Kaki dan Pemberian Nama

Tidak hanya di daerah sekitar Mbah Dalhar menimba ilmu. Di Makkah Mukaramah beliau berguru kepada beberapa alim ulama yang masyhur. Perjalalannya ke tanah suci untuk menuntut ilmu terjadi pada tahun 1314 H/1896 M. Mbah Kyai Dalhar diminta oleh gurunya, Syeikh As Sayid Ibrahim bin Muhammad Al-Jilani Al-Hasani untuk menemani putera laki – laki tertuanya Sayid Abdurrahman Al-Jilani Al-Hasani untuk menuntut ilmu di Mekkah. Syeikh As Sayid Ibrahim bin Muhammad Al-Jilani Al-Hasani berkeinginan menyerahkan pendidikan puteranya kepada shahib beliau yang menjadi mufti syafi’iyyah Syeikh As Sayid Muhammad Babashol Al-Hasani.
Keduanya berangkat ke Makkah dengan menggunakan kapal laut melalui pelabuhan Tanjung Mas,Semarang. Ada sebuah kisah menarik tentang perjalanan keduanya. Selama perjalanan dari Kebumen dan singgah di Muntilan, kemudian lanjut sampai di Semarang, Mbah Dalhar memilih tetap berjalan kaki sambil menuntun kuda yang dikendarai oleh Sayid Abdurrahman. Hal ini dikarenakan sikap takdzimnya kepada sang guru. Padahal Sayid Abdurrahman telah mempersilahkan mbah Kyai Dalhar agar naik kuda bersama.

Di Makkah (waktu itu masih bernama Hijaz), mbah Kyai Dalhar dan Sayid Abdurrahman tinggal di rubath (asrama tempat para santri tinggal) Syeikh As Sayid Muhammad Babashol Al-Hasani yaitu didaerah Misfalah.
Sayid Abdurrahman dalam rihlah ini hanya sempat belajar pada Syeikh As Sayid Muhammad Babashol Al-Hasani selama 3 bulan, karena beliau diminta oleh gurunya dan para ulama Hijaz untuk memimpin kaum muslimin mempertahankan Makkah dan Madinah dari serangan sekutu. Sementara itu

mbah Kyai Dalhar diuntungkan dengan dapat belajar ditanah suci tersebut hingga mencapai waktu 25 tahun.
Syeikh As_Sayid Muhammad Babashol Al-Hasani inilah yang kemudian memberi nama “Dalhar” pada mbah Kyai Dalhar. Hingga ahirnya beliau memakai nama Nahrowi Dalhar. Dimana nama Nahrowi adalah nama asli beliau. Dan Dalhar adalah nama yang diberikan untuk beliau oleh Syeikh As Sayid Muhammad Babashol Al-Hasani. Rupanya atas kehendak Allah Swt, mbah Kyai Nahrowi Dalhar dibelakang waktu lebih masyhur namanya dengan nama pemberian sang guru yaitu Mbah Kyai “Dalhar”.

Ketika berada di Hijaz inilah mbah Kyai Dalhar memperoleh ijazah kemursyidan Thariqah As-Syadziliyyah dari Syeikh Muhtarom Al-Makki dan ijazah aurad Dalailil Khoerat dari Sayid Muhammad Amin Al-Madani. Dimana kedua amaliyah ini dibelakang waktu menjadi bagian amaliah rutin yang memasyhurkan.
Mbah Kyai Dalhar adalah seorang ulama yang senang melakukan riyadhah.
Sehingga pantas saja jika menurut riwayat shahih yang berasal dari para ulama ahli hakikat sahabat – sahabatnya, beliau adalah orang yang amat akrab dengan nabiyullah Khidhr as. Sampai–sampai ada putera beliau yang diberi nama Khidr karena tafaullan dengan nabiyullah tersebut. Sayang putera beliau ini yang cukup ‘alim walau masih amat muda dikehendaki kembali oleh Allah Swt ketika usianya belum menginjak dewasa.

Selama di tanah suci, mbah Kyai Dalhar pernah melakukan khalwat selama 3 tahun disuatu goa yang teramat sempit tempatnya. Dan selama itu pula beliau melakukan puasa dengan berbuka hanya memakan 3 buah biji kurma saja serta meminum seteguk air zamzam secukupnya. Dari bagian riyadhahnya, beliau juga pernah melakukan riyadhah khusus untuk mendoakan para keturunan beliau serta para santri – santrinya.

Dalam hal adab selama ditanah suci, mbah Kyai Dalhar tidak pernah buang air kecil ataupun air besar di tanah Haram. Ketika merasa perlu untuk qadhil hajat, beliau lari keluar tanah Haram.

Selain mengamalkan dzikir jahr ‘ala thariqatis syadziliyyah, mbah Kyai Dalhar juga senang melakukan dzikir sirr. Ketika sudah tagharruq dengan dzikir sirrnya ini, mbah Kyai Dalhar dapat mencapai 3 hari 3 malam tak dapat diganggu oleh siapapun. Dalam hal thariqah As-Syadziliyyah ini menurut kakek penulis KH Ahmad Abdul Haq, beliau mbah Kyai Dalhar menurunkan ijazah kemursyidan hanya kepada 3 orang. Yaitu, Kyai Iskandar, Salatiga ; KH Dimyathi, Banten ; dan kakek penulis sendiri yaitu KH Ahmad Abdul Haq.
Sahrallayal (meninggalkan tidur malam) adalah juga bagian dari riyadhah mbah Kyai Dalhar. Sampai dengan sekarang, meninggalkan tidur malam ini menjadi bagian adat kebiasaan yang berlaku bagi para putera – putera di Watucongol.

Murid dan Karya – karyanya

Karya mbah Kyai Dalhar yang sementara ini dikenal dan telah beredar secara umum adalah Kitab Tanwirul Ma’ani. Sebuah karya tulis berbahasa Arab tentang manaqib Syeikh As-Sayid Abil Hasan ‘Ali bin Abdillah bin Abdil Jabbar As-Syadzili Al-Hasani, imam thariqah As-Syadziliyyah. Selain daripada itu sementara ini masih dalam penelitian. Karena salah sebuah karya tulis tentang sharaf yang sempat diduga sebagai karya beliau setelah ditashih kepada KH Ahmad Abdul Haq ternyata yang benar adalah kitab sharaf susunan Syeikh As-Sayid Mahfudz bin Abdurrahman Somalangu. Karena beliau pernah mengajar di Watucongol, setelah menyusun kitab tersebut di Tremas. Dimana pada saat tersebut belum muncul tashrifan ala Jombang.

Banyak sekali tokoh–tokoh ulama terkenal negara ini yang sempat berguru kepada beliau semenjak sekitar tahun 1920 – 1959. Diantaranya adalah KH Mahrus,Lirboyo ; KH Dimyathi, Banten ; KH Marzuki, Giriloyo dan lain sebagainya. Sesudah mengalami sakit selama kurang lebih 3 tahun, Mbah Kyai Dalhar wafat pada hari Rabu Pon, 29 Ramadhan 1890 – Jimakir (1378 H) atau bertepatan dengan 8 April 1959 M. Ada yang meriwayatkan jika beliau wafat pada 23 Ramadhan 1959. Akan tetapi 23 Ramadhan 1959 bukanlah hari Rabu namun jatuh hari Kamis Pahing.

Minggu, 23 Agustus 2015

Kumpulan Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya

Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya | Kumpulan Nama Bayi Perempuan Lengkap ~ Mari kita lihat Nama Bayi Perempuan Islami dibawah ini dengan lengkap. Bagi anda yang sedang membutuhkan Nama Bayi Perempuan Islami untuk putri tercinta anda.

Bayi Perempuan

Nama Bayi Perempuan Islami Terbaru:
  • Abbasah : Yang banyak memberengut; Singa
  • Abidah : Ahli ibadah ; Yang taat beribadah
  • Abir : Bau minyak wangi yang sedap; Orang banyak
  • Abiyyah : Menolak kehinaan; Terhindar dari hal-hal yang tak terpuji
  • Ablah : Yang besar
  • Banan : Jari; Ujung jari; Jari telunjuk
  • Badilah : Pengganti
  • Badiyah : Perkampungan penduduk di padang pasir
  • Bahijah : Cantik ; Molek ; Elok ; Senantiasa gembira
  • Bahirah : Elok ; Enak dipandang mata; Indah
  • Daimah : Tetap lestari ; Langgeng
  • Dalal : Pembuktian; Kewibawaan; Petunjuk
  • Dalilah : Bukti; Jalan yang terang
  • Danah : Batu mulia
  • Daniah : Buah yang mudah dipetik
  • Dhahhakah : Yang banyak tertawa ; Periang
  • Dhahikah : Batu berwarna putih di gunung; Yang tersenyum
  • Dhari''ah : Yang kecil mungil
  • Dhawiyah : Lembut; Tipis; Halus
  • Dhaifah : Tamu
  • Dina : Agama
  • Durrah : Mutiara
  • Dzihni : Pemahamanku ; Pengertianku
  • Dzikra : Ingatan; Ketenangan; Zikir
  • Dzimam : Perjanjian
  • Fadiyah : Menyelamatkan; tebusan; Yang terlindung
  • Fahimah : Memahami
  • Faidah : Kegunaan ; Manfaat; Faidah; Tambahan
  • Faiha'' : Taman yang semerbak harum
  • Faiqah : Baik ; Istimewa ; Unggul; Yang paling menonjol
  • Hafidzah : Penghafal ; Penjaga
  • Hafshah : Istri Nabi ; Harimau betina ; Pemberani
  • Haibah : Wibawa
  • Hajar : Istri Ibrahim as dan Ibu Ismail as
  • Hajidah : Senang sholat tahajud
  • Ibtihaj : Keceriaan; Kegembiraan
  • Ibtihal : Memohon kepada Alloh
  • Ibtisam : Senyuman
  • Inas : Baik hati; Jinak
  • Inayah : Perlindungan
  • Jaizah : Boleh ; Liburan
  • Jalalah : Kemuliaan
  • Jannah : Surga
  • Jullanar : Nama suatu bunga yang berwarna merah
  • Juman : Mutiara
  • Kalimah : Yang disukai
  • Kaltsum : Wajah yang cantik
  • Kamilah : Sempurna
  • Karmah : Satu buah anggur
  • Kasibah : Yang beruntung
  • Khaulah : Sahabat wanita terkenal, rusa betina
  • Kharidah : Anak gadis; Mutiara yang belum dilubangi
  • Khashibah : Banyak kebaikan
  • Khasyi''ah : Yang khusyu dalam shalat
  • Khutwah : Langkah ; Tujuan
  • Laila : Malam yang gelap
  • Laimun : Buah jeruk yang manis
  • Lathimah : Kesturi
  • Lauhah : Lembaran
  • Layyanah : Kehalusan, kegemulaian
  • Mahdiyah : Yang mendapat hidayah
  • Maimah : Kenikmatan
  • Maimanah : Keberkahan
  • Malihah : Cantik; Indah
  • Nuha : Akal; Pikiran
  • Nujud : Cerdik; Pandai; Leher yang jenjang
  • Nu'ma : Hidup yang enak
  • Nur : Cahaya
  • Nuzhah : Rekreasi; Bepergian
  • Qabilah : Yang menjaminkan ; Yang menanggung
  • Qadriyyah : Yang selalu mampu; Yang beriman kepada Qadha dan Qadar
  • Qafilah : Yang kembali dari perjalanan
  • Qaidah : Aturan
  • Qariah : Pembaca
  • Qasidah : Yang menyengaja ; Mempunyai tujuan
  • Qasamah : Keindahan dan kecantikan
  • Rabi'ah : Yang keempat
  • Radhiyyah : Menurut tatanan; Resmi
  • Radhwa : Keridhaan; Nama bukit yang terletak antara Madinah dan Yanbu'
  • Rafilah : Anggun ; Mewah
  • Rafiqah : Teman dekat ; Kekasih; Istri; Pendamping
  • Rahilah : Yang lemah lembut
  • Rahimah : Kasih sayang; Berhati lembut
  • Raqwan : Kemajuan
  • Sa'adah : Kebahagiaan
  • Sa'danah : Burung dara; Bahagia
  • Sadidah : Benar ; Tepat
  • Sakinah : Ketenangan, ketentraman
  • Salamah : Keselamatan
  • Satirah : Orang yang menutup aib dan dosa
  • Saudah : Harta melimpah; Nama istri Nabi Saw
  • Sausan : Bunga lili
  • Shaimah : Yang berkuasa
  • Shalihah : Baik
  • Syadiyah : Pandai menyanyi
  • Taghrid : Kicau burung; Senandung
  • Tahani : Ucapan selamat
  • Tahiyyah : Kehormatan
  • Tahiyyah : Keselamatan; Kesejahteraan; Kebaikan
  • Thawaf : Tawaf mengelilingi kabah
  • Thayyibah : Baik ; Lezat ; Halal
  • Thifal : Lemah dan halus
  • Tsarwah : Kekayaan
  • Tsawab : Pahala
  • Ula : Tinggi; Kemuliaan
  • Ulayya : Puncak gunung; Langit
  • Ulfah : Kemesraan ; Kasih sayang
  • Usrati : Keluargaku
  • Ustadzah : Guru ; Pengajar
  • Uswatun : Teladan
  • Wadhiah : Yang bagus dan bersih
  • Wahibah : Yang diberi anugerah
  • Waliah : Penolong ; Pelindung
  • Walidah : Ibu ; Orang tua
  • Watsiqah : Yang benar; Yang berwibawa
  • Yamnah : Sebelah kanan
  • yaqut : Permata Yaqut
  • Yusriyyah : Yang muda; Yang kaya
  • Zahidah : Rendah hati
  • Zahra' : Berseri-seri; Bercahaya
  • Zainab : Pokok yang indah dan wangi
  • Zakiyah : Bagus ; Suci
  • Zamzam : Air zam-zam ; Air yang banyak / berkumpul
  • Zanbaqah : Untaian kalung
  • Zubaidah : Inti sesutu yang terbaik; Istri Harun Ar Rasyid
  • Zulfa : Kedudukan yang dekat
Demikian Informasi Mengenai Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya Semoga berguna dan bermanfaat buat anda semua. Sekian dan terima kasih.

INILAH!!! Pertanggungjawaban FACEBOOK di ALAM KUBUR (Wallahu A'lam)

Sobat semua, apakah kita sudah berpikir jauh kedepan tentang manfaat dan madhorot media internet yang sehari-hari kita pakai, entah itu twitter, facebook, sms atau sosial media yang lain. Kisah dan renungan dibawah ini semoga bisa menjadi renungan dan pelajaran kita bersama untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan dan memanfaatkan media telekomunikasi di jaman modern ini, semoga bermanfaat.


Kisah ini mengenai seorang hamba Allah. Dia merupakan seorang wanita yang aktif berfacebook. Dalam facebook nya mempunyai banyak koleksi foto yang tidak menutup aurat. Selepas dia meninggal dunia, ibunya sentiasa bermimpi dia merayu kepada ibunya supaya menghapus foto-fotonya yang tidak menutup auratnya di Facebook.Malangnya tiada siapa yang mengetahui password Facebooknya.

Jadi, kemungkinan besar, ruhnya tidak tenang dengan dosa auratnya yang dibiarkan begitu saja menjadi tatapan umum….

Dan ingatlah, azab untuk kita yang sengaja membiarkan aurat kita dilihat oleh lelaki bukan mahram adalah dosa yang besar dan dapat membawa ke dalam Api Neraka Allah SWT. Nauzubillah..

Cerita ini menjadi ikhtibar dan pelajaran buat kita, supaya tidak mengupload gambar kita yang tidak menutup aurat dengan sempurna, kita tak tahu bila kita akan Mati…Jadi, tolonglah kalau anda Sayangkan diri anda, Hapuslah gambar yang tidak sepatutnya.

Sebarkan suara Islam yang benar,Inilah penjajahan yang dibawa oleh Globalisasi Dajjalism.Sehingga Yang WAJIB ini kita main-mainkan dan Dosa ini kita lakukan tanpa RASA APA-APA.

Ingatlah aurat laki-laki yang harus dijaga diantara lutut dan pusar sedangkan madzhab syafii ada keringanan bagi wanita yg bekerja untuk membuka wajah dan kedua telapak tangannya.

Sadarlah ,

WALAU IKHLAS ATAU TIDAK YANG NAMANYA MENUTUP AURAT WAJIB DILAKUKAN

Jika Ikhlas maka Berpahala tetapi jika tidak Ikhlas maka sekurang-kurangnya TERHINDAR DARI DOSA.

Jangan dijadikan Ikhlas sebagai Alasan untuk menghalalkan yang Haram.

Ingat ini Saham dosa kita yg ditatap oleh ribuan orang bahkan lebih dari jutaan saat yang dengan mudahnya melihat foto kita.

Apabila telah sampai masanya – baru lah Penyesalan Sudah Tidak Berguna.

Renungan..

Andai nanti, besok, lusa kita meninggal...
Siapa yang bisa meng-acces akun kita jika tak ada seorang pun yg tau password fb kita...

andai nanti, besok, lusa kita meninggal...
mungkin ada yg berkomentar di status2 kita tuk mengucapkan bela sungkawa..
mungkin ada yg mengirimkan diwall kita tuk ikut menghormati kematian kita..

Namun...
komentar menyakitkan, celaan, kata-kata makian yg mungkin kita tak sempat meminta maaf...
foto-foto yg pernah kita upload akan trus di lihat teman-teman fb..

aurat2 yang pernah kita pertontonkan disini.. di facebook ini..
pakaian-pakaian ketat kita.. tiap helai rambut, jeans ketat yg terlalu sering kita pertontonkan..
apakah tidak ada yg menanyakan hal ini di alam barzah nanti ?

Ya Allah,,,
Bagaimana kita akan menjawabnya.. siapa yg akan membuang foto2 kita...
cacian2 kita.. yg terus terus di baca dan menjadi bahan maksiat mata tiap yg melihat nya..?
bukankah itu hanya akan memberatkan kita saat di tanya 2 malaikat nanti..
bukankah itu hanya akan menjadi tabungan dosa bagi kita...
bukankah kita tidak mau foto kita menjadi penghalang kita dipintu SyurgaNya kelak...

Na'udzubillah.....

mungkin kini kita masih merasa ingin berbagi cerita..
dengan gambar-gambar yang cantik, keelokan tubuh kita..
Tapi di akhirat nanti.. semua itu tidak akan membawa arti
semua hanya tinggal kenangan..

Hiasalah dirimu sebelum kita tak diberi waktu untuk itu
Tutupilah auratmu sebelum aurat kita di kafankan

"Ya Allah... hamba meminta ampun padamu..
Maaf kan semua kesalah, komentar, status, tiap perkataan yg pernah aku tulis disini.., foto-foto, video yg pernah aku upload disini.. yg mungkin pernah menyiggung dan membuat hati kalian sakit, iri, dan tidak ridho padaku..
dengan tulus hati aku meminta maaf kepada kalian semua.."

إِلَهِى لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً * وَلَا أَقْوَى عَلَى نَارِ الْجَحِيْمِ

فَهَبْ لِى تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِى * فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ اْلعَظِيْمِ

Kamis, 25 Juni 2015

Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan

Ramadlan adalah bulan kebaikan dan barokah, Allah memberkahinya dengan banyak keutamaan sebagaimana dalam penjelasan berikut ini.

1.Bulan Al-Qur’an
Allah menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi manusia, obat bagi kaum mukminin, membimbing kepada yang lebih lurus, menjelaskan jalan petunjuk. (Al-Qur’an) diturunkan pada malam Lailatul Qadar, suatu malam di bulan Ramadhan. Allah berfirman.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿١٨٥﴾

“Artinya : bulan Ramadlan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” [Al-Baqarah : 185]

2.Dibelengunya Syaithan, Ditutupnya Pintu-Pintu Neraka dan Dibukanya Pintu-Pintu Surga.
Rasulullah SAW bersabda:

إذا كان أول ليلة من شهر رمضان صفدت الشياطين ومردة الجن وغلقت أبواب النار فلم يفتح منها باب وفتحت أبواب الجنة فلم يغلق منها باب وينادي مناد يا باغي الخير أقبل ويا باغي الشر أقصر ولله عتقاء من النار وذلك كل ليلة

“Artinya : Jika telah datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah para syetan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu-pintu neraka, tidak ada satu pintu-pintu yang dibuka dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu pintu-pun yang tertutup, berseru seorang penyeru ; “Wahai orang yang ingin kebaikan lakukanlah, wahai orang yang ingin kejelekan kurangilah. Dan bagi Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka, itu terjadi pada setiap malam” [Diriwayatkan oleh Tirmidzidari Abi Hurairah RA, dalam kitab Sunannya juz III halaman 66 nomor urut hadits 682]

Wallaahu A'alam
Demikianlah artikel mengenai Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan di blog pengumpul hikmah, semoga bermanfaat sahabat pembaca. Sekian dan terima kasih

Rabu, 24 Juni 2015

Bacaan dan Do'a Setelah Shalat Tarawih




بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنْ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكاَةِفَاعِلِيْنَ، وَلَمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأَخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَآءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آَكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفَّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مَنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahummaj`alna bil imani kamilin, wa lilfa-raidhi mu'addin, walishshalati hafizhin, walizzakati fa`ilin, wa lima 'indaka thalibin, wa li`afwika rajin, wa bil-huda mutamassikin, wa `anillaghwi mu’-ridhin.wa fiddunya zahidin, wa fillakhirati raghibin –wa bil qadha'i radhin, wa bin-na`ma'i syakirin, wa’alal-balaya shabirin wa tahta liwa'i sayyidina, muhammadin shalallahu 'alaihi wa sallama yaumal–qiyamati sa'irin wa ilal hawdhi waridin wa fil jannati dakhilin wa minannaari naajiin wa`ala sariril-karamati qa`idin wa bihurin 'inin mutazawwijin, wa min sundusin wa istabraqin wa dibajin mutalabbisin, wa min tha a’amil jannati akilin , wa min labanin wa'asalin mushaf-fan syaribin, bi-akwabin wa abariqa wa ka'sin min ma’in ma`al-ladzina an`amta `alaihim minan-nabiy-yina wash-shiddiqina wasy-syuhada'i wash-shalihin. Wa hasuna ula'ika rafiqa, dzalikal-fadhlu minalllahi wa kafa billahi `alima. Allahummaj`alna fi hadzihil lailatisy-syarifatil-mubarakati minas-su`ada-il-maqbulina wa la taj`alnallahumma minal-asyqiya-il –mardudina. washollalloohu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa Aalihii wa shohbihii ajma'iin. birahmatika ya Arhamar-rahimin.Walhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin.

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akherat , yang ridha dengan ketentuan, yang ber¬syukur atas nikmat yang diberikan, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah de¬ngan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.

Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini tergolong orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya, Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas penghulu kita Muhammad, keluarga beliau dan shahabat beliau semuanya, berkat rahmat-Mu, oh Tuhan, Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

والله أعلم بالصواب

Selasa, 23 Juni 2015

Do'a dan Bacaan Setelah Salam Shalat Witir

بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Abu Dawud menerangkan dalam Kitab Sunannya Juz I halaman 322 dengan nomor urut Hadits 1430, cetakan ke I tahun 1990 Daar al Fikr sebagai berikut:

باب في الدعاء بعد الوتر

Bab Doa Setelah Shalat Witir

حدثنا عثمان بن أبي شيبة ثنا محمد بن أبي عبيدة ثنا أبي عن الأعمش عن طلحة الأيامي عن ذر عن سعيد بن عبد الرحمن بن أبزى عن أبيه عن أبي بن كعب قال
كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا سلم في الوتر قال " سبحان الملك القدوس

Artinya:
"... dari Shahabat Ubayy ibn Ka'ab , berkata : Adalah Rasulullah SAW setelah salam dari Shalat Witir beliau membaca:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ

(Subhaanal Malikil Qudduus)
Maha suci Allah Dzat yang merajai, Dzat Yang Maha Suci dari segala kekurangan.

Imam An Nasai dalam Kitab Sunannya juz III halaman 249 s/d 250,cetakan ke II, tahun 1406 H / 1986 M, Maktab al Mathbuu'aat al Islamiyyah, menerangkan:

1. Nomor urut Hadits 1750 :

أخبرنا أحمد بن حرب قال حدثنا قاسم عن سفيان عن زبيد عن سعيد بن عبد الرحمن بن أبزي عن أبيه عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه كان يوتر بسبح اسم ربك الأعلى وقل يا أيها الكافرون وقل هو الله أحد ويقول بعد ما يسلم سبحان الملك القدوس ثلاث مرات يرفع بها صوته

"... Dari Sa'id ibn Abdirrahmaan ibn Abza, dari bapaknya, dari Nabi SAW,
bahwasanya Rasulullah SAW melakukan shalat witir dengan surat SABBIHISMAROBBIKAL A'ALAA dan QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN dan QUL HUWALLAAHU AHAD.

Setelah salam beliau mengucapkan "SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS" tiga kali, beliau mengangkat suaranya dengan ucapan tersebut".

2. Nomor urut Hadits 1753 :

أخبرنا حرمي بن يونس بن محمد قال حدثنا أبي قال حدثنا جرير قال سمعت زبيدا يحدث عن ذر عن سعيد بن عبد الرحمن بن أبزي عن أبيه قال كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يوتر بسبح اسم ربك الأعلى وقل يا أيها الكافرون وقل هو الله أحد وإذا سلم قال سبحان الملك القدوس ثلاث مرات يمد صوته في الثالثة ثم يرفع

"... Dari Sa'id ibn Abdirrahman ibn Abza, dari bapaknya, berkata :
Adalah Rasulullah SAW melakukan shalat wiitir dengan Surat SABBIHISMAROBBIKAL A'ALAA dan QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN dan QUL HUWALLAAHU AHAD.

Setelah salam beliau mengucapkan "SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS" tiga kali,beliau memanjangkan suaranya pada bacaan yang ketiga, lalu beliau mengangkat suaranya".
Keterangan:

Dari ketiga riwayat tersebut diatas bisa disimpulkan:
1. Setelah salam dari shalat wiitir, disunnahkan membaca "SUBHAANAL MALIKIL QUDDUS" tiga kali.

2. Pada bacaan yang ketiga disunnahkan membacanya dengan suara keras.

Demikianlah Bacaan Setelah Salam Shalat Witir semoga bermanfaat sahabat pembaca.
Wallaahu A'alam.

Senin, 22 Juni 2015

INILAH TANDA-TANDA LAILATUL QADAR

بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim juz IV halaman 187 menerangkan kenapa dinamakan Lailatul Qadar:

قال العلماء : وسميت ليلة القدر ؛ لما يكتب فيها للملائكة من الأقدار والأرزاق والآجال التي تكون في تلك السنة ، كقوله تعالى : { فيها يفرق كل أمر حكيم } وقوله تعالى : { تنزل الملائكة والروح فيها بإذن ربهم من كل أمر } ومعناه : يظهر للملائكة ما سيكون فيها ، ويأمرهم بفعل ما هو من وظيفتهم ، وكل ذلك مما

سبق علم الله تعالى به ، وتقديره له

Ulama berkata:
"Dinamakan Lailatul Qadar, karena pada malam itu semua kepastian, rizki dan ajal ditulis dan dserahkan kepada Malaikat.
Allah SWT memerintahkan kepada mereka untuk menjalankan sesuai tugasnya masing-masing.

Sebagaimana firman Allah SWT:

فيها يفرق كل أمر حكيم

"Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah"

(QS 44:4)

Dan firman-Nya:

تنزل الملائكة والروح فيها بإذن ربهم من كل أمر

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan"

(QS 97:4)

TANDA-TANDA LAILATUL QADAR

Diantara tanda-tanda Lailatul Qadar ialah:

1. Ibn Khuzaimah meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab shahihnya juz VIII halaman 106, nomor urut 2006 (www.alsunnah.com)

Sanad dan matannya sebagai berikut:

حدثنا بندار ، حدثني أبو عامر ، حدثنا زمعة ، عن سلمة هو ابن وهرام ، عن عكرمة ، عن ابن عباس ، عن النبي صلى الله عليه وسلم في ليلة القدر : « ليلة طلقة ، لا حارة ولا باردة ، تصبح الشمس يومها حمراء ضعيفة »

"...dari Ibn Abbas,dari Nabi Shollallaahu 'alaihi wasallam, tentang Lailatul Qadar :"Malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan"

2. Ath Thabarani meriwayatkan dalam Musnad Syamiyyin juz IV halaman 309 nomor urut 3389, cetakan ke I tahun 1984-1405, Muassasah al Risalah Beirut meriwayatkan:
Sanad dan matannya sebagai berikut:

حدثنا الوليد بن حماد الرملي ثنا سليمان بن عبد الرحمن ثنا بشر بن عون ثنا بكار بن تميم عن مكحول عن واثلة بن الأسقع عن رسول اللهA قال ( ليلة القدر ( ليلة ) بلجة لا حارة ولا باردة ولا سحاب فيها ولا مطر ولا ريح ولا يرمى فيها بنجم ومن علامة يومها تطلع الشمس لا شعاع لها )

"...Dari Watsilah ibn al Asqa' dari Rasulillah Shollallaahu 'alaihi wasallam:
(Lailatul Qadar itu adalah) "Malam yang terang bercahaya, tidak panas, tidak dingin, tiada awan, tiada hujan, tiada angin, dan dimalam itu tiada dilempar dengan bintang. Tanda dipagi harinya adalah matahari terbit tanpa ada cahaya yang bersinar".

Catatan:
Hadits ini menurut keterangan Syeikh al Munawi dalam "Faidlul Qadir" juz V halaman 396 , hadits ini ditandai dengan HASAN,

al Haitsami berkata dalam "Majma al Zawaid" nomor urut 5065 : "Ada dua rowi yang dlo'if".

Al Albani mengomentari hadits ini dalam kitabnya "as Silsilah adl Dlo'ifah" juz IX halaman 392, hadits ini dlo'if tapi ada syahid berupa hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dari 'Ubadah ibn ash Shoomit

إنها ليلة صافية بلجة كأن فيها قمراً ساطعاً وهي ليلة ساكنة صاحية، لا حر فيها ولا برد، ولا يحلُ لكوكب أن يُرمى فيها. والشمس تطلع صبيحتها مستوية، لا شعاع لها، مثل القمر ليلة البدر، و لا يحل للشيطان أن يخرج معها يومئذ"


Imam Muslim dalam kitab Shahihnya juz I halaman 306,cetakan al Ma'arif Bandung Indonesia:
Sanad dan matannya sebagai berikut:

حدثنا محمد بن مهران الرازي حدثنا الوليد بن مسلم حدثنا الأوزاعي حدثني عبدة عن زر قال سمعت أبي بن كعب يقول وقيل له إن عبد الله بن مسعود يقول من قام السنة أصاب ليلة القدر فقال أبي والله الذي لا إله إلا هو إنها لفي رمضان {يحلف ما يستثني] ووالله إني لأعلم أي ليلة هي هي الليلة التي أمرنا بها رسول الله صلي الله عليه وآله وسلم بقيامها هي ليلة صبيحة سبع وعشرين وأمارتها أن تطلع الشمس في صبيحة يومها بيضاء لا شعاع لها .

''...Ubay ibn ‎Ka'b,dia berkata: "... demi Dzat yang tiada tuhan kecuali Dia, sungguh malam (Lailatul Qadar) itu ada dalam bulan Ramadhan. Demi A llah aku sungguh tahu kapan malam itu, yaitu malam yang kita diperintah oleh Rasulullah SAW untuk beribadah didalamnya, yaitu malam 27 yang bersinar. Adapun tanda-tandanya adalah matahari terbit pagi harinya dengan cahaya putih namun tidak ada sorotnya".

Wallaahu A'alam.
Demikianlah TANDA-TANDA LAILATUL QADAR semoga bermanfaat.

Sumber: http://marhabanyaromadlon.blogspot.com